BLT (Bantuan Lawan Tawuran)
Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menuai kontra dari banyak kalangan. Demo terjadi di hamper setiap kota di Indonesia mulai dari mahasiswa, buruh, sampai ke ibu-ibu rumah tangga. Keniaikan BBM membuat rakyat yang miskin menjadi lebih menderita lagi, meskipun pemerintah memberikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada rakyat miskin.
Dengan adanya BLT ini malah menimbulkan banyak permasalahan di lapangan dari rakyat yang menerima BLT (ingat: data yang digunakan adalah data tahun 2005), belum lagi penyelewengan penyaluran BLT oleh oknum-oknum tertentu. Banyak ditemukan di lapangan bahwa BLT itu tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tapi malah dipakai untuk berjudi dan ada yang sampai tawuran gara-gara tidak mendapatkan BLT. Jadi BLT dapat dikatan Bantuan Lawan Tawuran, kalau bantuan tunai datang masyarakat pada rebut dan dapat menimbulkan tawuran.
BLT tidak memberikan solusi tapi malah mendidik masyarakat untuk menjadi pengemis (mengharapkan bantuan dari orang lain). Kalau pemerintah mau memberikan lapangan pekerjaan kepada pengangguran merupakan solusi terbaik. Ingat peribahasa: jangan memberi ikan, tapi berilah panjing/kailnya. Pemerintah malah sebaliknya langsung memberikan ikan.
Kalau pemerintah tidak bias memberikan lapangan pekerjaan bias juga dengan mengalihkan dana BLT ini untuk mensubsidi biaya pendidikan dan kesehatan. Pendidikan untuk mendidik calon penerus bangsa haruslah diutamakan kalau tidak mau bangsa kita mundur dan semakin tertinggal dari bangsa lain. Kesehatan merupakan kebutuhan pokokk manusia kalau biaya berobat malah rakyat miskin tidak sanggup berobat maka kesehatan akan menurun. Dengan menurunnya kesehatan masyarakat akan mempengaruhi produktivitas masyarakat.
Mei 26th, 2008 at 8:39 am
kata wapres Ucup Kelik tadi malam di Democrazy, BLT itu Bantuan Langsung Tewas..
ada benarnya juga…