5 Perkara Penyempurna Amal
Seorang Muslim mesti pengin amal perbuatan sempurna walaupun amal itu kecil. Berkata abu ‘abdullah Al Baji: “Lima perkara yang membuat sempurnanya amal. Jika salah satu ada yang hilang, maka amal tersebut tidak dapat naik untuk diterima dan diberi ganjaran. Kelima perkara itu yakni: (1) Iman kepada Allah, (2) mengetahui kebenaran, (3) ikhlas dalam beramal karena Allah, (4) mengetahui sunnah, dan (5) memakan barang yang halal.
Kelima perkara ini jika ada salah satu yang ketinggalan, maka Allah tidak akan menerima amal seorang mu’min. Sebab Allah tidak akan menerima amalan seseorang yang tidak mengenal-Nya. Maka sudah menjadi keharusan bagi orang yang beramal untuk mengenal Allah dan mentauhidkan-Nya. Apabila seseorang telah mengenal Tuhannya, maka ia haurs mengenal kebenaran dan mengikutinya. Bagaimana mungkin seseorang bias mengikuti kebenaran kalau ia sendiri tidak mengetahui/mengenalnya???
Jika ia telah mengikuti kebenaran, maka ia harus mengetahui petunjuk dan bim,bingan Sayyidul Mursalin dalam penerapan nash-nash Allah. Karena itu ia harus mengetahui sunnah. Semua itu tidak mungkin akan diterima Allah jika tiada nampak keikhlasan dan kebenaran dari dalam niat si pelaku amal. Dan semuanya tergantung pada tenaga kekuatan yang dipakai untuk berbicara dan tenaga untuk menggerakkan tangan dan anggota badan sehingga anggota badan bias melakukan amal, shalat malam, puasa, dan beristighfar di waktu sahur. Jika tenaga yang dipakai itu bersumber dari makanan yang haram , maka Allah tidak akan menerima perkataan dan amalan yang bahan bakarnya dari makanan yang haram.
Wahab bin ward berkata: “Walaupun kamu berdiri seperti berdirinya tiang ini dalam keadaan shalat dan puasa, namun Allah tidak akan menerima amalanmua sampai engkau memperhatikan apa yang masuk dalam perutmu, apakah ia dari makanan yang halal atau haram?”
Mari kita berusaha bersama semoga kita dapat menyempurnakan amalan kita dengan lima perkara diatas. Amiin.
Sumber : Azzam, Abdullah. 1996. Fie at Tarbiyah al Jihadiyah wal Bina’, Juz 3 (terjemahan ‘Abdurrahman) Solo: Pustaka Al-‘Alaq