The Power of Love

Kekuatan Cinta

Archive for the ‘Lelakon’


Evi Namanya

EVii

Kujabat erat tangannya
Halus dan lembut kulitnya
Hawa dingin merasuk jantungku
Seakan jantung ini terasa copot
Dag.. dig… dug…

Ku ucapkan namaku
Dia mengucap satu kata
Termangu aku mendengarnya

Nama itu
Mengingatkan ku akan seseorang
Seseorang yang pernah mengisi lembar hidupku
Seseorang yang merubah jalan hidupku

Sejenak aku melayang ke negeri yang jauh
Negeri di mana aku pernah memadu kasih
Tenang damai ku dibuatnya
Seraya hidup di negeri impian

Tersadar aku dari lamunanku
Saat dia bilang
Mas lepasin tangan Evi

Ya…
Evi namanya

Mengapa Ayam Menyeberang Jalan?

Kalau kita ditanya mengapa ayam kok menyeberang jalan? Beragam jawaban yang muncul. Berikut jawaban menurut beberapa orang dari berbagai bidang:

Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.

FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Darwin
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang jalan.

Einstein
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Sutiyoso
Itu ayam pasti ingin naik busway.

Nia Dinata
Pasti mau casting ‘30 Hari Mencari Ayam’ ya?

Desi Ratnasari
No comment!

Dhani Ahmad
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana juga…

Roy Suryo
Kalo diliat dari metadatanya, itu ayam asli.

Harmoko
Berdasarkan petunjuk presiden. Ayam itu
and the best answer is………. …..( eng ing eng )

Gus Dur :
“Kenapa ayam nyebrang jalan? Ngapain dipikirin? Gitu aja kok repot! Bukannya kerja tapi malah baca ginian…”

http://dexton.adexindo.com/artikel-juli1-ayam-menyeberang-jalan.html

Manfaat Sedotan

 

Sedotan

Suatu ketika saya dengan teman-teman sedang makan sate. Kemudian seorang teman menyatakan betapa ia ngeri setiap melihat sate yang potongannya besar-besar. ‘Kenapa?’ tanya saya. ‘Saya ingat keponakan yang meninggal karena makan sate,’ katanya. Dia bercerita, waktu itu sedang ada syukuran dengan makan-makan. Dia masih ingat melihat si kecil keponakannya yang berlari-lari sambil membawa sate. Usianya sekitar 4 tahun.
Kemudian musibah datang. Anak kecil itu tercekik daging sate. Semua orang berusaha menolong. Anak itu dibalik, dipukul-pukul belakang lehernya (bahkan sampai biru-biru, kata dia sambil matanya berkaca-kaca) . Daging sate tak juga keluar. Lalu mereka mencari angkot untuk membawa anak itu ke rumah sakit. Dia masih melihat anak kecil itu tersengal-sengal menarik nafas di kendaraan. Pemandangan yang sungguh memilukan. Tuhan berkehendak lain. Anak itu meninggal di perjalanan. Sampai di rumah sakit, petugas memberi tahu bahwa untuk mengeluarkan benda yang mencekik tenggorokan, cukup dengan memasukkan SEDOTAN MINUM ke kerongkongan. Lalu hisap sehingga benda itu menempel.. Lalu tarik.
Sesederhana itu. Menangislah semua orang. Betapa sederhananya untuk menyelamatkan nyawa. Betapa berharganya ilmu untuk menyelamatkan nyawa.
KALAU ANAK ANDA TERCEKIK MAKANAN KENYAL, keluarkan PAKAI SEDOTAN! Semoga lebih banyak jiwa yang terselamatkan dengan pengetahuan sederhana ini. Amin.

Sumber: http://blogberita.net/2008/06/18/tahukah-anda/#comment-3383

Lucu vs Konyol

Cerita ini terjadi pada hari Jum’at kemarin (09-05-2008). Bermula dari aku pergi dari kontrakan menuju warnet tempat aku nongkrong yang biasanya aku selalu membawa kunci pintu tapi hari itu aku kelupaan. Kunciku kutaruh di tas ransel gunung lupa aku ambil.

 

Kira-kira pukul 23.30 hari Jum’at aku keluar dari warnet untuk pulang ke kontrakan. Sebelum pulang aku mampir dulu ke Angkringan Kang Panut untuk mengisi logistik alias makan. Suasana tidak biasanya mulai aku rasakan saat aku makan di angkringan. Biasanya aku makan berdua dengan temanku, sekarang aku sendiri dan anehnya aku biasanya gak ngobrol sama penjualnya sekarang ngobrol lama sampai jam 00.30. Jam 00.30 aku pulang menuju kontrakan tidak lewat jalan yang sering kulalui, tapi lewat jalan yang agak jauh (niatnya variasi gitu). Sampai di kontrakan temanku telah menunggu di kontrakan yang berharap aku bawa kunci karena kuncinya dipinjam temen belum balik.

 

Dari sini kisah lucu atau bias dibilang apes terjadi. Aku dan temenku pada kebingungan gimana masuk ke dalam kontrakan. Akhirnya aku ingat bahwa kunciku ketinggal di dalam dan kayaknya bisa diambil lewat jendela yang terbuat dari kaca nako. Aku dan temenku mencoba mengambil kunciku yang terdapat di tas ranselku. Karena jaraknya yang cukup jauh dari jendela (kira-kira dua meter) kami mengambilnya menggunakan tongkat. Bisa dibayangkan malam-malam mengorek jendela kayak malaing deh pokoknya. Setelah berjuang selama 20 menit akhrinya tas yang berisi kunci bisa diambil juga.

 

Setelah itu kami masuk ke kontrakan dan mulai tidur. Yang membuat kami jengkel dan kesal setelah 15 menit kemudian teman kami lagi yang membawa kunci datang. Bayangkan sendiri gimana susahnya kami mengorek jendela untuk mengambil kunci tapi baru masuk sebentar teman yang bawa kunci datang. (spy_dhee@yahoo.com)

Sepiaku eh sepiku

WortelHari Rabu, 7 Mei 2008 aku mulai dengan rasa lelah di badan dan rasa kantuk. Keadaan tidak mengenakkan ditambah kondisi badanku yang agak kurang sehat (kelihatannya mau flu alias pilek). Kondisi ini membuatku terasa tidak nyaman karena pilek merupakan sakit yang kelihatannya sepele menurut sebagian orang, tetapi menurutku tidak demikian bahkan menurutku pilek merupakan penyakit yang menyusahkan (yang namanya penyakit mana ada yang menyenangkan, he..he..).  Setiap kali aku kena pilek pasti sembuhnya bisa dibilang lama karena minimal lima hari atau satu minggu baru sembuh. Apalagi pilek mengunjungiku (kayak sahabat aja, mengunjungi) setahun minimal tiga kali dan itu yang membuat aku agak trauma dengan yang namanya pilek.

Eh, kok malah ngomongin pilek sih. Kembali ke trek semua, hari ini meskipun badan agak kurang sehat aku meski begadang sampai pagi karena suatu tanggung jawab. Waktu menunjukkan pukul 01:00 aku ngantuk, pusing tetapi tetap kujalankan kewajibanku. Untuk mengusir kantuk dan bosan aku on line internet dan kumulai dengan membuka situs http://www.detik.com (setiap kali on line yang pertama kali aku kunjungi situs ini khususnya berita sport).  Setelah itu aku membuka blog ku yang masih amburadul dan terkesan masih coba-mencoba (emang iya sih). Kulanjutkan dengan membuka ym (yahoo messenger) siapa tahu ada temen atau sobat yang sedang on line juga. Ternyata entah kebetulan atau emang sudah ditakdirkan ada sobat lama yang sedang on line.

Dimulailah perjalanan hidupku hari ini dengan ym dengan sobat lamaku dulu. Sobatku ini merupakan rekanku dulu di PKO (People Kampoeng Organized) merupakan program Penanggulangan Korban Bencana Alam Gempa DIY & Jateng yang dilaksanakan PP Muhammadiyah dua tahun yang lalu. Mengingat kemabli ingatan waktu itu, aku dan sobatku bergabung dalam satu divisi yaitu divisi kesekretariatan yang mana semual berjumlah empat dua tapi satu bulan kemudian tinggal dua orang ya aku dan sobatku tadi. Karena pekerjaan empat orang dikerjakan dua orang kami agak keteteran juga sempat aku sakit selama tiga hari dan hanya bias tidur di hotel PP Muhammadiyah Jl KH Ahmad Dahlan. Meskipun begitu kami kerjakan tugas dengan profesional meskipun dengan agak santai juga sih. Dengan bergabung dengan PKO itu aku mendapatkan pengalaman dan ilmu yang mungkin tidak akan didapatkan di tempat lain.

Kembali ke masalah ym tadi. Sobatku itu litle-litle  (dikit-dikit) bias web desain sekalian aku tanyain masalah web desain. Bagaimana cara mendesain blog yang baik dan lucu dan tidak seperti blog kebanyakan (standard dan instant). Walaupun yang instant tidak bagus, tapi ingin sesuatu yang lain daripada yang disediakan penyedia blog dan aku juga belum bisa terus terang.  Setelah ym kira-kira dua jam aku lanjutkan menyalurkan hobiku yang tertunda (baca komik). Setelah merampungkan baca komik kulanjutkan mengubek-ubek blog, salah satunya dengan menulis cerita ini.

Akhirnya pagi tiba juga, meskipun agak kantuk selesai juga cerita yang nggak bermutu ini. Oh iya, kalian pasti penasarankan siapa sobatku yang kuceritakan di atas. Hampir lupa deh ngenalin, namanya Musyaffa Basyir (panggilan Basyir). Dah dulu deh besaok bersambung lagi.. Kayaknya badanku mau pilek beneran nih, gimana dong sobat blogger?