Main Bola
Dari Pada Nonton Lebih Baik Main Sendiri
Kemarin Kamis aku nonton pertandingan Liga Champion antara Liverpol vs Chelsea. Tentu saja aku menjagokan Liverpol untuk menang karena Liverpol punya tradisi di Eropa yang kuat (5 kali Juara Liga Champion) dari pada Chelsea yang belum pernah sekalipun mencapai final apalagi juara. Waktu gawang Liverpol kebobolan dengan sendirinya ikut tercengang, kok bisa? Tapi ketika Fernando Torres menyarangkan bola ke gawang Peter Cech ikut senang juga. Dengan demikian peluang Liverpol untuk lalaos final masih terbuka, dengan catatan mencetak gol lagi dan menang atau minimal imbang 2-2.Pada pada babak perpanjangan waktu Chelsea mencetak dua gol lebih dahulu. Ditambah lagi yang menjengkelkan sang pencetak gol Liverpol Torres malah diganti oleh Babel. Meskipun Babel mencetak 1 gol, tetapi tidak dapat menyamakan kedudukan yang membuat harapan Liverpol untuk lolos ke final pupus. Waktu itu aku kesal kok Torres diganti dan lagi karena Liverpol kalah 3-2.Kamis sore harinya untuk melampiaskan kekesalan itu saya main sepakbola. Waktu itu kebetulan saya menempati posisinya Fernando Torres yaitu stiker. Kedua tim saling menyerang dan seperti jalannya pertandingan Liverpol vs Chelsea kebetulan timku kebobolan terlebih dahulu. Kemudian kami menyerang dengan berbagai macam serangan dari kanan, kiri, maupun tengah. Kira-kira 10 menit kemudian kami dapat dapat menyamakan gol, dan tentu saja yang mencetak gol aku, eh….. bukan ding. Setelah pertandingan berjalan 30 menit berawal dari umpan lambung di sebelah sayap kiri langsung dioper ke tengah. Di sana ada tiga pemain timku termasuk aku sedangkan bek musuh cuma ada dua yang mengawal kami. Bola diterima teman dan sedikit menggring untuk mengecoh kiper terus dioper ke arahku yang kebetulan aku sedang bebas dari kawalan bek musuh. Dengan penuh tenaga kutendang bola itu sekeras-kerasnya dan akhirnya goool…
Akhirnya kekesalan akibat Liverpol kalah bisa aku lampiaskan dengan mencetak gol. Aku puas deh .. pokoknya. Kapan Indonesia bisa ikut Piala Dunia? Pokoknya latihan yang disiplin untuk Timnas Indonesia aku selalu mendukung Indonesia, hidup Indonesia. (Klebengan, 1 Mei 2008)